Improving My Execution Skill
Thursday, October 20th, 2005Setiap hari kita pasti mengeksekusi satu keputusan tertentu. Mulai dari yang kecil seperti memutuskan kapan saat yang tepat untuk menyeberang jalan dan di mana menyeberangnya serta alasan mengapa menyeberang di situ. Hal-hal seperti ini memang seringkali dilakukan dengan spontan,kadang tanpa pertimbangan eksekusi yang matang. Dan tanpa pertimbangan yang matang pun, hanya dengan beberapa detik pertimbangan, kita eksekusi dan kita masih bisa berhasil menyeberang jalan.
Bicara masalah eksekusi, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan :
1. Kecepatan [baca: ketepatan]
Ini benar-benar hal yang sangat sensitif.
Hari ini saya baru saja kehilangan sebuah kaos yang diberikan di suatu stand di expo himti pada suatu quiz. Yang terjadi ialah ketika itu suasana tidak terlalu rame dan saya salah satu yang berdiri terdepan dari MC yang membawa acara kuis itu. Dan ketika pertanyaan dilontarkan, saya ialah orang yang pertama kali mengatakan jawabannya [ dengan bisik-bisik kepada teman saya dan mendorong-dorong dia untuk maju ]. Kemudian akhirnya orang yang berada tepat di belakang saya, entah karena dia mendengar jawaban dari saya atau tidak, di kemudian mengangkat tangan, dipanggil oleh MC, maju, menjawab pertanyaan, dibenarkan oleh MC dan mendapat kaos itu tepat beberapa meter di depan saya. *ugh, bakar orang itu* Tidak lama setelah itu teman saya itu berkata, " Nunggu persiapan mateng ya? " dengan nada mengejek tentunya.
Suatu hal yang sangat membuat saya kesal *banget2.. wong gi butu kaos gitu* !_! masi ngerasa gak rela banget…. +_+ *ugh* Rese bgt si tu orang… >_< hu23x
Then my heart [or Jesus] saying something… You should learn from this… You should learn from this… Today you might miss the cloth.. In the future you may miss a lot of profitable and benefitable chance if you don’t learn anything today. Yeah.. it’s true.. I must learn something from that fact. Uh.. what can i learn? Uhmmm…. Jujur ampe skarang pun masi buntu.. Blm tau.. Ada yang bisa rekomendasiin buku ttg ini?
2. Percaya Diri
Satu hal yang membuat gw ragu untuk maju dan menjawabnya sendiri ialah kepercayaan diri… It’s sounds so ridiculous.. Gw yang buat ngirim karya tulis ke NOKIA Marketing Award 2005 aja berani [baca: percaya diri]. Ditambah pula yakin masuk 5 besar lg.. Knapa sekarang hal yang sperti ini membuat gw kehilangan percaya diri? Padahal kedua ini sama2 nothing to lose..
Mencoba untuk membela diri, saya akan mengatakan, mengirim tulisan ke NOKIA Marketing Award 2005 hanya melalui dunia maya, klo pun gagal, hanya 1-2 orang yang tau. Menjawab pertanyaan di expo HIMTI tadi, klo salah, ada sekitar 10-15 orang yang di pikiran saya seolah-olah siap mentertawakan… [meskipun tidak habis-habisan].
IMHO, countering my friend’s statemet [or question], i feel my fault is in here, not all about my speed of execution. I must admit there was a little bit fault in the speed. Well my fault is to think, what if i’m wrong… what if i’m wrong.. what if i’m wrong… Though sometimes i can encounter that mind ontime… I failed in this time. I took too long time to encounter that mind. O Jesus… What happen to me that time… ~_~ hu23x..
So, i want to take the right question to improve myself from this case, the right question is how can i get automatic self-confidence in executing something in front of public? Another question that is an optional is how can i improve the speed of my encounter to my negative minds?
OOT dikit.. td ke laysin, nemenin temen cari tabloid, iseng2 nemuin buku financial revolutionnya tung dw.. dipajang di depan gitu.. gampang bgt buat diliat… Harganya 88rb. Trs tanya2 dia, yg buat gw amaze ialah itu buku uda laku 50 di tempat itu!! Gila, perasaan tu buku masi blm lama deh terbitnya.. Iseng2 gw tanya, Brapa sih rekor buku yang paling banyak kejual di sini? Dia bilang 7RB !! GOKIL!!!! Laysin yg cuma 2×2 ato 2×1 bisa jual 1 judul buku ampe 7RB!!! That’s mean sekitar 25% mahasiswa BiNus beli itu buku!! Gw coba tebak buku apa itu.. hmm.. buku kuliahan y…? Nope, that’s Harry Potter! WEW… wajar aja… tp masi rada gak percaya juga… Buku itu harganya 200rb lebih, tebel banget dan bahasa inggris pula… As I know mahasiswa BiNus tu paling ngindarin buku2 dengan ciri2 kek gitu [baca: buku kuliah]. What an amazing record!!
"Reality is wrong. Dreams are for real"