Salah Jurusan
Nilai UAS gw keluar kamis kmaren.
Mata kuliah ArKom & TekKom gw dapet C & SPM gw dapet B. TekKom gw
ngerti lah kenapa dapet C. Tapi ArKom & SPM yg masing-masing C & B,
itulah yg gw gak ngerti. Untuk kedua mata kuliah ini (dan TekKom), gw uda
belajar keras. Ke kampus pada waktu gak ada ujian uda biasa, minta temen
ngajarin. Dan pada waktu diajarin pun gw ngerti. Ujian pun bisa dikerjakan. Anehnya,
nilai ujiannya itu lho.. T_T
Refer ke satu nilai mata kuliah lainnya, yg dengan mudah tanpa harus belajar setengah
mati, bahkan tanpa harus memiliki buku
teks, membaca slide presentasi dosen, dll; nilai A sudah ditangan. Heran
kadang…
Entahlah klo mata kuliah yg TI banget itu koq selalu nilainya di bawah
harapan, meskipun waktu belajar telah ditambah, minta diajar teman yang pintar telah
dilakukan, latihan pun telah dilakukan. Ini yang bikin gw desperate dari
semester ke semester. Gw selalu berusaha membuat perubahan strategi belajar
tiap semesternya dengan harapan akan ada perubahan terhadap hasilnya. Nothing change
until this semester and i’m starting to be depressed of this hard situations.
Gw pun sampe pada kesimpulan
klo orang gak bakat di bidang A, disuru ngerjain ato belajar tentang A, dia mungkin
belajar sekeras mungkin dengan motivasinya yang kuat, tapi hasilnya gak akan maksimal
dibandingkan jika orang yang berbakat A, ngerjain ato belajar tentang A. Orang yang
berbakat bidang A ini akan membutuhkan sedikit saja effort untuk mencapai hasil
yang diraih oleh orang yang tidak berbakat bidang A. Simply, menjelaskan kesuksesan
orang bukan hanya dicapai oleh kerja keras saja.
Menariknya, bukan cuma
gw sendiri yang ngalamin perasaan salah jurusan. Gw pernah buka topik di Forum
Himti tentang salah
jurusan. Dan topic itu mendapat respons yang lumayan bagus dari anggota
forum. Surprisingly banyak banget yang ngerasa salah jurusan, bahkan mereka
yang setau saya memiliki GPA yang sangat tinggi [ Please note : sangat tinggi
]. Dan hari ini gw iseng mbuka salah satu blog favorit saya. Kaget banget
ngeliat statementnya di salah satu post terbarunya yg bilang klo dia juga salah
jurusan… ~LOL
- Hi Nindya.. apa
kabar? Long time no see.. ^^ -
Achievement yang gw capai selama ini kebanyakan di bidang bisnis khususnya marketing.
Emank gw belum bisa dibilang jago tp gw punya passion di situ. Sempat terlintas di pikiran,
bagaimana orang HRD melihat CV saya? Beberapa teman
mengatakan kalo gw bisa di cap orang yang gak fokus ama kuliah gw. Dan gw pikir
opini ini pun gak salah. Gw jadi agak khawatir dengan keadaan ini. Heran yah..
Gak punya prestasi salah, punya prestasi salah… ~LOL
Beberapa waktu yg lalu gw nyempetin diri konsultasi di BiNus Career. O iya, bwt temen2 BiNusian
yang belom tau, kita bisa konsultasi seputar dunia karir ke psikolog BiNus Career setiap selasa dan jumat mulai
jam 9 pagi hingga jam 12 siang for FREE! Tp harus bikin appointment dulu minimal 1
hari sebelumnya [ Syukurlah tidak selama appointment interview visa US Embassy
yang perlu waktu 2 minggu uda gitu bayar US$ 100 lagi.. =P ].
Back to topic, ke
psikolog BiNus Career itu gw nanya
beberapa hal. Pertama soal CV yang bagus, review pemenang CV Writing Competition
beberapa minggu yang lalu. Ceritanya gw ikut lomba ini tapi gak menang, juara
harapan pun tidak. Walaupun dalam konsultasi itu, CV gw diitung CV yang tidak
standar. Hal ini dilihat karena gw “berusaha” untuk tampil beda. Jadi ada 10
pemenang yang dapet hadiah, gw urutan yg ke 11. [ wekekeke… sial amat.. =P ]. Komentar lainnya itu CV gw yg sangat sederhana, begitu minimalisnya
sehingga tidak menerangkan apa2 kepada HRD.. wekekekek… =P yah kecuali ”usaha”
untuk beda itulah.. ^^
Hal kedua yang gw tanyain ialah masalah gw di atas tadi [ takut dianggap
tidak fokus ]. Satu hal yang menarik ialah psikolog BiNus Career ini dengan tegas bilang TIDAK. Kenapa?
Di perkuliahan, kita tidak hanya belajar ilmu-ilmu kuliah melulu. Kita belajar
banyak hal : belajar berorganisasi, belajar bersosialisasi, dll. Ketika di
perjalanan kita kuliah selama kurang lebih 4 tahun itu, sangat terbuka peluang
belajar dan tertarik dengan hal-hal baru. Orang HRD pun sadar, perkuliahan di
Indonesia tidak menyiapkan lulusannya untuk siap bekerja, lihat saja bagaimana
program Management Trainee dan sejenisnya dibuka di mana-mana. Management
Trainee ini belajar lagi, seperti mulai dari nol. Jadi HRD sekarang mengerti
kenapa lulusan TI bisa bekerja di Marketing, dll [dia kasi contoh laen ada
orang HRD yang bukan dari jurusan psikologi]. Walaupun tidak menutup
kemungkinan ada orang HRD yang akan ”menyerang” saya dengan pertanyaan ”ketidakfokusan”
saya kuliah.
Mengenai kalimat terakhir di atas itu, gw pun mencoba meng”create” jawaban
pada saat konsultasi itu walaupun tidak diminta oleh si psikolog. Yah sekedar test,
apakah jawaban saya itu bisa diterima atau tidak. Sulit memang, butuh waktu 1-2
menit untuk menyusun kalimat jawaban dari pertanyaan itu berdasarkan informasi
yang sudah gw terima dari sang psikolog itu. Akhirnya keluarlah jawaban dari
mulut gw. Kurang lebih bunyinya begini, “Saya punya passion di Marketing dan
saya tidak hanya sekedar mengatakannya begitu saja, saya pun pernah juara 4
Nokia Marketing Award sebagai bukti saya serius di Marketing.” Komentar dari si
psikolog.. Ada 2 hal bagus dari jawaban kamu : 1) subjektivitas 2) objektivitas.
Subjektivitas diwakili oleh ”passion”. Objektivitas diwakili oleh bukti / fakta,
kamu pernah juara. Wew.. ~LOL..
*senangnya*
Apakah anda juga salah jurusan? atau paling tidak merasa salah jurusan? XD *grins*
September 25th, 2006 at 10:34 am
Salah jurusan tapi sudah semester akhir boww….
wkwkwkwkkwwk
Sudahlah, yang penting: LULUS tepat waktu. Sudah terlanjur nyemplung nih ! Tinggal sedikit lagi perjuangan kita…sayang kan kalo kita masih menyesali apa yang sudah kita jalani, temanku pernah mengirim SMS:
“Meskipun tak ada orang yang dapat mundur lagi dan membuat sebuah awal baru, setiap orang mampu mulai dari sekarang dan membuat sebuah akhir yang bar”
Dan gw sangat percaya akan teks lagu berikut:
“Nantikan Tuhan berkarya, indah pada waktunya”
yah….walaupun Anda seorang yang tak percaya agama atau tidak berkeyakinan, yakinlah satu hal: ” waktunya belum tiba ”
Anw nama konsultan Binus Career nya Mba Ester bukan ?
December 18th, 2008 at 4:48 am
Barangkali kisah nyata “Salah Jurusan” berikut ini, juga berguna bagi rekan rekan –> Kisah Nyata !