<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Money Can’t Buy Everything!</title>
	<atom:link href="http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 07:03:19 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: 'Rykers'</title>
		<link>http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/#comment-27</link>
		<dc:creator>'Rykers'</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2006 00:40:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/#comment-27</guid>
		<description>Uang memang bukan segalanya... tapi segalanya Tidak akan terwujud tanpa uang.

Money Talk Everything Walks..

Ryker Marvyn Turangan
&lt;a href="http://rykers.blogspot.com" rel="nofollow"&gt;http://rykers.blogspot.com&lt;/a&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Uang memang bukan segalanya&#8230; tapi segalanya Tidak akan terwujud tanpa uang.</p>
<p>Money Talk Everything Walks..</p>
<p>Ryker Marvyn Turangan<br />
<a href="http://rykers.blogspot.com" rel="nofollow">http://rykers.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AiXy'all</title>
		<link>http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/#comment-26</link>
		<dc:creator>AiXy'all</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Aug 2006 13:45:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/#comment-26</guid>
		<description>idealisme itu perlu asal ada kadarnya!!!!!!!!!!!!!!!! sebagai seorang idealis sejati, kalo gue nga ada suatu standard pasti, gue nga akan pernah tau kapan gue sukses.

soal money can't buy everything, cm mau bilang "Uang merupakan hamba yang sangat baik, tetapi
tuan
yang sangat buruk."

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>idealisme itu perlu asal ada kadarnya!!!!!!!!!!!!!!!! sebagai seorang idealis sejati, kalo gue nga ada suatu standard pasti, gue nga akan pernah tau kapan gue sukses.</p>
<p>soal money can&#8217;t buy everything, cm mau bilang &#8220;Uang merupakan hamba yang sangat baik, tetapi<br />
tuan<br />
yang sangat buruk.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ' HadiGunawan</title>
		<link>http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/#comment-25</link>
		<dc:creator>' HadiGunawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Aug 2006 14:34:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/#comment-25</guid>
		<description>
@CiNdY :


Komentar yang menarik.


Pernyataan “Money can’t buy everything” memang bukan suatu pernyataan yang bersifat absolut. Ia lahir dari mulut orang-orang yang tidak pernah terlalu peduli dengan uang, mungkin sudah merasa cukup dengan uang yang dimiliki atau hidupnya dibiayai orang lain. Ia tidak akan pernah dilontarkan oleh orang-orang yang hidupnya tertindas oleh kaum kapitalis serta orang-orang yang tidak pernah merasa cukup dan bersyukur dengan apa yang telah ia miliki.


Pernyataan mencerminkan kepribadian orang yang melahirkannya.


Sebagian besar orang justru menghalalkan segala cara untuk memperoleh uang seperti yang kamu bilang. Tapi kamu tahu, orang-orang seperti ini tidak benar-benar kaya. Orang kaya tidak pernah mengejar uang, uanglah yang mengejar mereka.


Yup, setiap orang pasti memiliki skala prioritas yang menentukan apakah sesuatu yang ia miliki pantas dikorbankan demi uang atau tidak. Skala prioritas ini lahir dari reservoir of wisdom yang ia miliki. Semakin luas, ia akan semakin mengerti “Money can’t buy everything”, demikian sebaliknya.


I believe there are always positive things beside the negative things and vice versa including this post. So thx very much for balancing my post. I really appreciate your comment and waiting for your next interesting comments.


Please correct me if I’m wrong.

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@CiNdY :</p>
<p>Komentar yang menarik.</p>
<p>Pernyataan “Money can’t buy everything” memang bukan suatu pernyataan yang bersifat absolut. Ia lahir dari mulut orang-orang yang tidak pernah terlalu peduli dengan uang, mungkin sudah merasa cukup dengan uang yang dimiliki atau hidupnya dibiayai orang lain. Ia tidak akan pernah dilontarkan oleh orang-orang yang hidupnya tertindas oleh kaum kapitalis serta orang-orang yang tidak pernah merasa cukup dan bersyukur dengan apa yang telah ia miliki.</p>
<p>Pernyataan mencerminkan kepribadian orang yang melahirkannya.</p>
<p>Sebagian besar orang justru menghalalkan segala cara untuk memperoleh uang seperti yang kamu bilang. Tapi kamu tahu, orang-orang seperti ini tidak benar-benar kaya. Orang kaya tidak pernah mengejar uang, uanglah yang mengejar mereka.</p>
<p>Yup, setiap orang pasti memiliki skala prioritas yang menentukan apakah sesuatu yang ia miliki pantas dikorbankan demi uang atau tidak. Skala prioritas ini lahir dari reservoir of wisdom yang ia miliki. Semakin luas, ia akan semakin mengerti “Money can’t buy everything”, demikian sebaliknya.</p>
<p>I believe there are always positive things beside the negative things and vice versa including this post. So thx very much for balancing my post. I really appreciate your comment and waiting for your next interesting comments.</p>
<p>Please correct me if I’m wrong.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ' HadiGunawan</title>
		<link>http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/#comment-24</link>
		<dc:creator>' HadiGunawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Aug 2006 11:05:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/#comment-24</guid>
		<description>@abok :

ahahaha..Comment kamu panjang banget, bisa jadi 1 blog lagi.. =P ~LOL No problem! I can feel your passion to the topic.. ^^


Paragraf 1
===========
Yup, thx buat tambahannya. Impian itu visi dan idealisme itu misi. Misi ialah apa yang kita lakukan untuk mencapai visi. Impian dan idealisme perlu berjalan dan mengalami penyempurnaan bentuk secara bersamaan [bahasa Jawa-nya : Sinkronisasi ~LOL] untuk menjadi sebuah kesuksesan.


Paragraf 2
===========
Uang itu netral. Dia tidak jahat dan juga tidak baik. Uang memang hanyalah sebuah alat, baik atau buruk tergantung pemakainya. Namun baik dan buruk ialah suatu yang berjalan bersama jadi di mana ada kebaikan di situ ada keburukan dan demikian sebaliknya.

"Terkadang orang melakukan hal-hal negatif namun tujuan dan maksud setelah itu adalah positif."

Maksudnya gimana yah? Ora mudeng.. ^^;


Paragraf 3
===========
Nice tactic, i'll try it. Thx!


Paragraf 4
===========
Your comment is awesome. Can't wait for your next comment. Danke.. ^^
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@abok :</p>
<p>ahahaha..Comment kamu panjang banget, bisa jadi 1 blog lagi.. =P ~LOL No problem! I can feel your passion to the topic.. ^^</p>
<p>Paragraf 1<br />
===========<br />
Yup, thx buat tambahannya. Impian itu visi dan idealisme itu misi. Misi ialah apa yang kita lakukan untuk mencapai visi. Impian dan idealisme perlu berjalan dan mengalami penyempurnaan bentuk secara bersamaan [bahasa Jawa-nya : Sinkronisasi ~LOL] untuk menjadi sebuah kesuksesan.</p>
<p>Paragraf 2<br />
===========<br />
Uang itu netral. Dia tidak jahat dan juga tidak baik. Uang memang hanyalah sebuah alat, baik atau buruk tergantung pemakainya. Namun baik dan buruk ialah suatu yang berjalan bersama jadi di mana ada kebaikan di situ ada keburukan dan demikian sebaliknya.</p>
<p>&#8220;Terkadang orang melakukan hal-hal negatif namun tujuan dan maksud setelah itu adalah positif.&#8221;</p>
<p>Maksudnya gimana yah? Ora mudeng.. ^^;</p>
<p>Paragraf 3<br />
===========<br />
Nice tactic, i&#8217;ll try it. Thx!</p>
<p>Paragraf 4<br />
===========<br />
Your comment is awesome. Can&#8217;t wait for your next comment. Danke.. ^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ' HadiGunawan</title>
		<link>http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/#comment-23</link>
		<dc:creator>' HadiGunawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Aug 2006 10:11:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/#comment-23</guid>
		<description>@Abok &#38; Cindy : Nice to have your comments leaved in my blog.. ^^

Sebelum mengomentari komentar, pengen kasi tau, Buffon gak cabut dari Juve oii.. ^^ Jelas banyak banget klub yg mau nampung kiper termahal di dunia ini.

Buffon bilang “Klub ini membuat saya menjadi seorang juara, dan jika hari ini saya menjadi juara dunia, saya harus berterima kasih kepada  Juve.  Selain itu, setidaknya akan ada tantangan baru ke depan yakni  merebut gelar juara divisi dua,”

Idealis? Mungkin. Simply money can't buy everything.

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Abok &amp; Cindy : Nice to have your comments leaved in my blog.. ^^</p>
<p>Sebelum mengomentari komentar, pengen kasi tau, Buffon gak cabut dari Juve oii.. ^^ Jelas banyak banget klub yg mau nampung kiper termahal di dunia ini.</p>
<p>Buffon bilang “Klub ini membuat saya menjadi seorang juara, dan jika hari ini saya menjadi juara dunia, saya harus berterima kasih kepada  Juve.  Selain itu, setidaknya akan ada tantangan baru ke depan yakni  merebut gelar juara divisi dua,”</p>
<p>Idealis? Mungkin. Simply money can&#8217;t buy everything.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cindy</title>
		<link>http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/#comment-22</link>
		<dc:creator>cindy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Aug 2006 14:19:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/#comment-22</guid>
		<description>hai
klo mnurut ak "money can't buy everything" tuh gak smuanya bener. Semuanya kambali sama orang nya. Ada banyak orang yang mau manyerahkan apa pun demi uang. Btul gak?
Tapi, bagi orang2 yang udah memahami segala sesuatu secara lebih luas atau pun mempunyai sesuatu yang sangat dia hargai dan dia cintai, pasti bisa menentukan "pantas atau tidak pantas" sesuatu dikorbankan demi mendapatkan uang.
stlah baca comment ku... kasih tanggapan y(d testi ato blog)
thanx

...CiNdY...
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hai<br />
klo mnurut ak &#8220;money can&#8217;t buy everything&#8221; tuh gak smuanya bener. Semuanya kambali sama orang nya. Ada banyak orang yang mau manyerahkan apa pun demi uang. Btul gak?<br />
Tapi, bagi orang2 yang udah memahami segala sesuatu secara lebih luas atau pun mempunyai sesuatu yang sangat dia hargai dan dia cintai, pasti bisa menentukan &#8220;pantas atau tidak pantas&#8221; sesuatu dikorbankan demi mendapatkan uang.<br />
stlah baca comment ku&#8230; kasih tanggapan y(d testi ato blog)<br />
thanx</p>
<p>&#8230;CiNdY&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aku ini AboK</title>
		<link>http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/#comment-21</link>
		<dc:creator>Aku ini AboK</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Aug 2006 01:18:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hadigunawan.blog.friendster.com/2006/08/money-can%e2%80%99t-buy-everything/#comment-21</guid>
		<description>Pendapat anda benar adanya, saya menambahkan sedikit mengenai bagian terakhir yang membedakan orang sukses dan orang gagal. Menurut saya, selain daripada penyempurnaan bentuk idealisme, orang sukses sudah dipastikan memiliki suatu impian yang ingin diraih, suatu harapan yang ingin dicapai, demi dirinya, demi keluarga, dan demi orang-orang yang dicintainya. Disinilah letak perbedaan daripada orang sukses dan orang gagal, yaitu orang sukses selain memiliki impian, mereka juga mengejar impian mereka dengan jiwa dan semangat pantang menyerah, sebaliknya orang gagal hanya terus menerus bermimpi dan mengatakan,"Nanti saja.."

Mengenai pernyataan 'Money can't buy everything', that sentence is absolutely correct. Uang tidak pernah bisa membeli harga diri seorang laki-laki yang berjuang mencari kebanggaan dalam dirinya. Lagipula, pengusaha sejati tidak melihat persaingan hanya dari segi uang (Zig Ziglar). Semua benda yang ada di dunia ini, bisa dipakai secara negatif maupun positif. Seperti contoh pisau dapur dijual banyak sekali di supermarket. Pisau dapur jika digunakan secara positif yaitu sebagai alat untuk memotong daging, sayur, dll yang digunakan untuk memasak. Namun jika digunakan secara negatif, benda tersebut dapat dipakai buat kejahatan seperti menodong, membunuh, mengancam, dll. Demikian juga dengan uang, apabila dipakai secara negatif maka uang dapat membeli pangkat, dapat membeli ijazah, dapat mendiamkan mulut seseorang, dll. Karena itu, perihal uang haruslah dipakai dan digunakan sebijaksana mungkin. Walaupun menurut saya, positif atau negatif adalah suatu hal yang relatif. Terkadang orang melakukan hal-hal negatif namun tujuan dan maksud setelah itu adalah positif. Bagaimana menurut anda mengenai hal itu?

Mengenai loyalitas karyawan terhadap perusahaan, menurut saya semua tergantung daripada kepemimpinan seorang pemimpin perusahaan atau divisi tersebut. Salah satu taktik Dinasti Wei memenangkan pertempuran dalam roman Tiga Kerajaan yaitu bahwa Kaisar Tzao Tzao selalu ikut bertempur dengan prajuritnya, sehingga prajurit mereka memiliki rasa kebersamaan yang begitu kuat dan memberikan efek luar biasa, yaitu semangat juang dan rela mati demi apa yang dianutnya. Saya sendiri dalam menjalankan kepemimpinan saya dalam sebuah perusahaan adalah dengan memberikan kenyamanan kepada mereka. Kenyamanan tidak selalu dalam bentuk gaji yang besar, namun lebih kepada bentuk kenyamanan keluarga, kehangatan seperti keluarga. Silahkan anda coba taktik itu.

Saya rasa cukup sekian dulu, apabila dari tanggapan saya ada yang kurang berminat di hati anda, saya tidak keberatan untuk anda kembali memberikan tanggapan. Terima kasih banyak.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pendapat anda benar adanya, saya menambahkan sedikit mengenai bagian terakhir yang membedakan orang sukses dan orang gagal. Menurut saya, selain daripada penyempurnaan bentuk idealisme, orang sukses sudah dipastikan memiliki suatu impian yang ingin diraih, suatu harapan yang ingin dicapai, demi dirinya, demi keluarga, dan demi orang-orang yang dicintainya. Disinilah letak perbedaan daripada orang sukses dan orang gagal, yaitu orang sukses selain memiliki impian, mereka juga mengejar impian mereka dengan jiwa dan semangat pantang menyerah, sebaliknya orang gagal hanya terus menerus bermimpi dan mengatakan,&#8221;Nanti saja..&#8221;</p>
<p>Mengenai pernyataan &#8216;Money can&#8217;t buy everything&#8217;, that sentence is absolutely correct. Uang tidak pernah bisa membeli harga diri seorang laki-laki yang berjuang mencari kebanggaan dalam dirinya. Lagipula, pengusaha sejati tidak melihat persaingan hanya dari segi uang (Zig Ziglar). Semua benda yang ada di dunia ini, bisa dipakai secara negatif maupun positif. Seperti contoh pisau dapur dijual banyak sekali di supermarket. Pisau dapur jika digunakan secara positif yaitu sebagai alat untuk memotong daging, sayur, dll yang digunakan untuk memasak. Namun jika digunakan secara negatif, benda tersebut dapat dipakai buat kejahatan seperti menodong, membunuh, mengancam, dll. Demikian juga dengan uang, apabila dipakai secara negatif maka uang dapat membeli pangkat, dapat membeli ijazah, dapat mendiamkan mulut seseorang, dll. Karena itu, perihal uang haruslah dipakai dan digunakan sebijaksana mungkin. Walaupun menurut saya, positif atau negatif adalah suatu hal yang relatif. Terkadang orang melakukan hal-hal negatif namun tujuan dan maksud setelah itu adalah positif. Bagaimana menurut anda mengenai hal itu?</p>
<p>Mengenai loyalitas karyawan terhadap perusahaan, menurut saya semua tergantung daripada kepemimpinan seorang pemimpin perusahaan atau divisi tersebut. Salah satu taktik Dinasti Wei memenangkan pertempuran dalam roman Tiga Kerajaan yaitu bahwa Kaisar Tzao Tzao selalu ikut bertempur dengan prajuritnya, sehingga prajurit mereka memiliki rasa kebersamaan yang begitu kuat dan memberikan efek luar biasa, yaitu semangat juang dan rela mati demi apa yang dianutnya. Saya sendiri dalam menjalankan kepemimpinan saya dalam sebuah perusahaan adalah dengan memberikan kenyamanan kepada mereka. Kenyamanan tidak selalu dalam bentuk gaji yang besar, namun lebih kepada bentuk kenyamanan keluarga, kehangatan seperti keluarga. Silahkan anda coba taktik itu.</p>
<p>Saya rasa cukup sekian dulu, apabila dari tanggapan saya ada yang kurang berminat di hati anda, saya tidak keberatan untuk anda kembali memberikan tanggapan. Terima kasih banyak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
